PERANG, akhirnya adalah peristiwa biasa dalam kehidupan kita. Ia seperti sudah jadi takdir dunia. Mungkin kita tak usah menyikapi dengan haru biru, marah atau benci.
Perang Iran vs Amerika cs Israel hanya kelanjutan ratusan perang yang terjadi dalam sejarah dunia.
Manusia seperti ditakdirkan untuk saling menaklukkan dan berperang. Apa pun agama dan bangsanya. Pemicunya bisa beragam, tapi akarnya adalah persoalan hegemoni kekuasaan, ekspansi wilayah, dan agama. Jutaan nyawa telah melayang, termasuk pemimpin² terkenal di dunia, baik dari pemimpin yang dilabeli pahlawan maupun pemimpin yang memang sudah bajingan dari sononya. Raja, Kaisar, Khalifah, Presiden mati, dan momennya berlanjut hingga akhir Februari 2026 kemarin, dan masih berlanjut kini.
Mungkin prediksi Malaikat benar ketika Allah mengabarkan penciptaan manusia sebagai khalifah (pemimpin/pengelola) di bumi. Malaikat sempat meragukan karena takut manusia akan berbuat kerusakan, namun Allah menegaskan "Aku mengetahui apa yang tidak kamu ketahui".
Seperti dinukil Al Qur'an surah Al Baqarah 30-39:
"Dan (ingatlah) ketika Tuhanmu berfirman kepada para malaikat, "Aku hendak menjadikan khalifah di bumi." Mereka (Malaikat) berkata, "Apakah Engkau hendak menjadikan orang yang merusak dan menumpahkan darah di sana, sedangkan kami bertasbih memuji-Mu dan menyucikan nama-Mu?" Dia berfirman, "Sungguh, Aku mengetahui apa yang tidak kamu ketahui."
Dan inilah sebagian puzzle perang terbesar dalam sejarah dunia:
Zaman Romawi
pemberontakan Iceni melawan pemerintahan Romawi pada tahun 60-61 M. Pemberontakan Iceni dimulai dengan kematian Raja Prastagus dari Iceni.
Setelah Raja Iceni meninggal, surat wasiatnya menyerahkan tanahnya kepada putri-putrinya dan kaisar Nero. Namun, orang Romawi mengabaikan kehendak Raja Iceni. Mereka tidak hanya mengambil tanahnya, tetapi juga mencambuk jandanya Boudica dan memperkosa putri mereka. Ini mendorong Boudica untuk mengambil tindakan melawan pemerintahan Romawi.
Boudica memimpin Iceni dalam Pemberontakan, pertama menyerang Camulodunum. Dalam serangan ini, pasukan Boudica membunuh ribuan orang dan membakar kuil Claudius. Boudica kemudian mengarahkan pasukannya ke kota London.
Di London, dia membakar kota dan membunuh siapa saja yang tidak melarikan diri. Sebagai tanggapan, gubernur Romawi Gaius Suetonius Paulinus mengumpulkan sekitar 10.000 orang untuk melawan pemberontakan Boudica.
Perang Roma vs Persia
Negara dan pihak terlibat adalah Kekaisaran Roma (Kekaisaran Bizantium) melawan Kekaisaran Parthia (Kekaisaran Sasaniyah). Durasi perang memakan waktu 682 Tahun (54 SM-628 M)
Perang Roma-Persia merupakan perang ribuan tahun yang terputus-putus antara Kekaisaran Roma dan Kekaisaran Parthia. Perang ini berlangsung hingga hamir 700 tahun dan secara signifikan melibatkan kontrol Mesopotamia dan Armenia, dan rute perdagangan strategis. Kedua kekaisaran akhirnya melemah akibat konflik berkepanjangan mereka sendiri sehingga memberikan kesempatan bagi kemunculan Kekhalifahan Islam.
Perang 100 Tahun
Perang ini terjadi antara kerajaan Inggris dan Prancis selama 100 tahun yakni dari tahun 1337 sampai 1453. Perang ini dinobatkan sebagai perang perang paling dahsyat di Eropa.
Perang Iberian (Reconquista)
Negara dan pihak terlibat adalah Kerajaan Kristen Iberia melawan bangsa Moor Muslim dengan durasi 781 Tahun (711-1492)
Perang Agama Iberian, yang dikenal dengan Reconquista (rebut balik) merupakan salah satu perang terlama sepanjang sejarah. Perang tersebut merupakan hasil dari konflik berkepanjangan yang dimulai dari tahun 711 hingga 1492 di Semenanjung Iberia antara Kerajaan Kristen Iberia dan bangsa Moor Muslim yang didirikan oleh Kekhalifahan Umayyah di Spanyol.
Perang Salib 1095
Perang ini terjadi di Kawasan Timur Laut Tengah, perang ini dipicu karena memperebutkan tanah suci Yerussalem. Perang ini terjadi sebagai bentuk seruan dari Paus Urban II, perang ini merupakan respon untuk membantu militer kekaisaran Bizantium yang dipimpin oleh Aleksios I untuk menghadapi orang Turki yang pada saat itu menduduki wilayah Anatolia. Perang salib ini memiliki dampak yang sangat besar, akibat dari perang ini kembali dibukanya perairan Laut Tengah
Benteng terakhir negara-negara Tentara Salib hilang pada tahun 1291 (setelah awalnya didirikan pada tahun 1099) ke tangan pasukan Muslim. Dalam hal ini, jelas bahwa kaum Muslim memenangkan Perang Salib dan kaum Kristen dikalahkan.
Pemenang Perang Salib Kesembilan (1271-1272) adalah pasukan Muslim Mamluk, yang berhasil mengalahkan sisa-sisa pasukan Salib yang dipimpin oleh Edward I dari Inggris, mengakhiri Perang Salib di Timur Tengah dengan gencatan senjata 10 tahun dan menegaskan dominasi Muslim atas Tanah Suci.
Ekspansi Mongol (1300an)
Di bawah kepemimpinan Genghis Khan, Mongol berhasil menguasai 22% dari kawasan Asia Timur dan Tengah. Ekspansi terus berlanjut setelah Genghis Khan wafat. Di bawah komando keturunan-keturunan Genghis Khan, ekspansi terus berlanjut sampai ke daratan Eropa. Peperangan antara bangsa Mongol dengan wilayah-wilayah jajahannya ini mengakibatkan lebih dari 60 juta nyawa melayang.
Dalam ekspansi Mongol ini yang terkenal adalah kehancuran Baghdad (1258): Di bawah Hulagu Khan, Mongol menjarah Baghdad, memusnahkan ribuan buku dll, mengakhiri Kekhalifahan Abbasiyah.
Perang Dunia I (1914-1918)
Berawal dari ketegangan aliansi di Eropa, menewaskan jutaan jiwa, dan meruntuhkan kekaisaran besar.
Perang Dunia II (1939-1945)
Konflik paling mematikan dalam sejarah, melibatkan Poros (Jerman, Jepang, Italia) melawan Sekutu, dengan korban jiwa diperkirakan mencapai 70 juta orang. Amerika membantai warga Hirosima dan Nagasaki dgn bom atom, sebagai puncaknya.
Perang Korea
Meletus ketika Korea Utara menyerang Korea Selatan pada 1950. Amerika Serikat dan PBB langsung mendukung Seoul, sementara China ikut turun tangan membantu Pyongyang
Perang Vietnam 1955-1975, Perang Teluk 1991, dan sekarang Perang Iran vs Amerika cs Israel.
Perang terus berlanjut, entah kapan dunia tanpa perang. Mungkin sampai kiamat datang. (Oce Satria)
APA PENDAPAT ANDA TENTANG TOPIK INI?: