Tulisan ini hanyalah resume saya atas kajian ilmiah dari Prof Manachem Ali, pakar filologi dan kristolog dari Unair dan Dondy Tan, kristolog dan krislamog lewat konten Youtube keduanya dan bacaan lainnya. Sekali lagi ini hanya resume.
BAHWA ada pemahaman di sebagian umat Islam yang mengatakan Kedua orangtua Nabi Muhammad SAW tempatnya nanti di neraka, berdasarkan hadist yang diriwayatkan Imam Muslim dan bersumber melalui Tsabit dari Anas bin Malik RA. Hadist ini sering digunakan non muslim untuk melemahkan akidah umat Islam. Berikut resumenya, termasuk potret masyarakat Makkah masa sebelum kenabiah Muhammas SAW.
Menurut Prof Manachem Ali, untuk memahami masalah ini, kita mesti mengkaji sejarah juga selain memahami Qur'an dan hadist. Tidak melulu hanya berpatokan pada hadist.
Di era sebelum kenabian, kota Makkah didiami setidaknya tiga golongan. Yakni Agama Hanif, Agama Pagan Quraisy, dan Agama Nasrani.
1. Agama Hanif.
Pertama keturunan Nabi Ismail penganut agama Hanif yang menyembah Allah SWT tuhan yang maha esa.
Agama Hanif adalah ajaran tauhid murni yang lurus, berfokus menyembah Allah semata dan menjauhi kemusyrikan, yang diwariskan Nabi Ibrahim AS. Ini adalah fitrah manusia, menekankan kepatuhan penuh, dan menjadi akar ajaran Islam. Nabi Ismail AS melanjutkan ajaran Hanif sampai anak keturunannya (termasuk di sini keluarga/nenek moyang Muhammad SAW).
Disebut juga Millah Ibrahim (agama Ibrahim). Makanya mereka juga melakukan praktik khitan.
2. Kedua penganut pagan Quraisy
Mereka yang menyembah berhala (seperti Latta, Uza dll) dan,
3. Ketiga kaum Nasrani.
Penganut Nasrani di kota Mekah dan sekitarnya saat sebelum kedatangan Islam adalah Nasrani aliran arius (arianisme).
Penganut Nasrani yang mengikuti ajaran Arius (Arianisme) di Jazirah Arab, khususnya di wilayah sekitar Mekah pada masa pra-Islam (abad ke-6 hingga ke-7 M), umumnya merupakan bagian dari komunitas Kristen Arab yang berinteraksi dengan wilayah Yaman, Suriah, atau wilayah perbatasan kekaisaran Bizantium.
Poin-poin penting mengenai pengikut Arianisme di Arab/Mekah sebelum Islam:
1. Ajaran Arius (Arianisme): Paham ini menekankan bahwa Yesus Kristus adalah makhluk ciptaan Allah yang paling luhur, namun tidak setara (tidak sehakikat) dengan Allah Bapa. Pandangan ini berbeda dengan Kristen Ortodoks Nicea yang mempercayai Tritunggal.
2. Kehadiran di Arabia: Kristen Arianisme atau bentuk kekristenan tauhid lainnya masuk ke Jazirah Arab melalui interaksi dagang dan misionaris dari utara (Suriah) atau Yaman. Arianisme berkembang karena teologinya yang menekankan Keesaan Allah (Tauhid), yang secara doktrinal dianggap lebih dekat dengan konsep monoteisme Arab saat itu.
Waraqah bin Naufal, sepupu Khadijah, istri Nabi Muhammad adalah penganut nasran arianisme.
Waraqah bin Naufal merupakan salah satu tokoh yang diketahui telah menantikan kedatangan seorang rasul di Semenanjung Arab. Ia menjadi orang pertama yang menyatakan kenabian atas Muhammad ketika mengadakan pertemuan dengan Khadijah yang ditemani oleh budaknya yaitu Maisarah.
Kemudian di Makkah juga ada sekte nasrani Koliridian yang menyembah Yesus dan Maria. Koliridianisme (Collyridianism) atau sering disebut sekte Maryamiyaa adalah gerakan keagamaan yang dianggap sesat oleh gereja mainstream, yang diyakini berkembang di wilayah Arabia, termasuk sekitar Mekah, pada abad ke-4 hingga ke-5 Masehi. Mereka dikenal karena menyembah Bunda Maria sebagai seorang tuhan atau anggota Tritunggal.
Mengenai mereka yang menyembah Maria dan Yesus ini dikritik oleh Al Quran surah Al Maidah 116 yg Artinya:
Dan (ingatlah) ketika Allah berfirman: "Hai Isa putera Maryam, adakah kamu mengatakan kepada manusia: "Jadikanlah aku dan ibuku dua orang tuhan selain Allah?". Isa menjawab: "Maha Suci Engkau, tidaklah patut bagiku mengatakan apa yang bukan hakku (mengatakannya)"
Dalam dunia apologetika, para apologet Kristen sering menuduh Al Quran keliru dan tidak paham trinitas, Mereka umumnya menganggap Kristen hanya mengenal Trinitas. Padahal dalam perkembangannya ada 3 pandangan berbeda tentang hakikat Bapa dan Yesus dalam Kekristenan.
1. Trinitarian meyakini satu Allah dalam tiga pribadi (Bapa, Putra, Roh Kudus).
2. Unitarian menekankan Allah adalah satu pribadi (Bapa) dan menolak Trinitas.
3. Oneness memandang Allah sebagai satu pribadi yang bermanifestasi sebagai Yesus.
Hal ini membuktikan para apologet Kristen tidak memahami sejarah perkembangan konsep ketuhanan yang terjadi sejak masa awal kekristenan. Perkembangan evolusi konsep ketuhanan ini akhirnya melahirkan ribuan denominasi kekristenan saat ini.
Mengenai Trinitas, Al Quran sudah membantah dalam Al Maidah; 73. (QS. Al-Ma'idah ayat 73: Menyatakan kafir orang-orang yang mengatakan"Sesungguhnya Allah adalah salah seorang dari yang tiga".
Dan Al Maidah: 171 yakni "Wala taqulu tsalatsa "Dan janganlah kamu mengatakan: (Tuhan itu) tiga"
Sedangkan paham Oneness juga dibantah tegas Qur'an ("Sesungguhnya telah kafirlah orang-orang yang berkata: Sesungguhnya Allah ialah Al Masih putra Maryam" (QS. Al-Ma'idah: 72).
Karena ada tiga kelompok masyarakat Mekah masa jahiliyah (agama hanif, pagan quraisy, dan nasrani) maka ketiganya juga menggunakan Ka'bah sebagai pusat ibadah. Hal itu dibuktikan ketika fath makkah (penaklukan makkah) Nabi berserta para sahabat seperti Umar dan Khalid Ibn Walid memasuki Kabah, ia menemukan berhala dan gambar-gambar di antaranya ada gambar Maria.
Orangtua Nabi masuk Neraka?
Masalah apakah orang tua Nabi Muhammad SAW masuk neraka adalah topik yang diperdebatkan di kalangan ulama, dengan dua pandangan utama:
1. Pandangan pertama:
Menyebutkan mereka masuk neraka berdasarkan hadis riwayat Muslim (khabar ahad), di mana Nabi SAW menyebutkan ayahnya berada di neraka, meski hadist ini memiliki tafsir kontekstual.
Hadits yang diriwayatkan Imam Muslim dan bersumber melalui Tsabit dari Anas bin Malik RA menjadi sandaran bagi dugaan itu. Bahwa seorang lelaki bertanya,” Wahai Rasulullah, ke manakah ayahku? Beliau menjawab, “Di neraka.” Ketika lelaki itu menunduk, beliau memanggilnya seraya berkata:
إن أبي وأباك في النار “Sesungguhnya ayahku dan ayahmu di neraka.”
Menurut Ulama dan pakar bahasa Arab, istilah "ayahku" dalam hadis tersebut merujuk pada paman beliau, Abu Thalib, yang diasuh sejak kecil, karena orang Arab biasa memanggil paman dengan sebutan abu atau ayah.
2. Pandangan kedua (mayoritas):
Menyebutkan mereka selamat atau masuk surga, karena mereka adalah Ahlul Fatrah (hidup di masa kekosongan nabi - dari Nabi Isa sampai kedatangan Rasulullah Muhammad) yang menurut surat Al-Isra ayat 15 tidak disiksa sebelum diutusnya seorang Rasul. (Oce)
Demikian. Wallahu'alam.
Masjid Al Hidayah 2 Maret 2026
APA PENDAPAT ANDA TENTANG TOPIK INI?: