Kritisi Ilmiah; Kalam Imam Assyafi'i tentang Sufi yang Dipotong Wahhabi
Oleh: M. Rofiannur Al Hamaamuh, SN, DH.
A. PEMBUKAAN.
1. Salah satu trik licik yang kerap dilakukan oleh para asatidz kelompok Wahhabiyyah demi memenuhi hawa nafsunya adalah memotong fatwa ulama. Seperti ketika mereka menyerang kelompok sufi dengan menggunakan fatwa imam Assyafi'i berikut yang diambil dalam kitab Manaqib Assyafi'i Karya Imam Al Baihaqi; "لو أن رجلا تصوّف من أول النهار لم يأت عليه الظهر إلا وجدته أحمق".
2. Padahal, Al Imam Abu Bakar Al Baihaqi sudah menjelaskan dengan rinci dan detail akan maksud dan tujuan Kalam Imam Assyafi'i diatas.
3. Akibat pemotongan fatwa imam Assyafi'i diatas yang dilakukan oleh asatidz Wahhabiyyah. Akhirnya banyak sekali para jamaah Wahhabiyyah yang masih awam menjadi tertipu akan hakikat maksud dari Kalam Imam Assyafi'i diatas.
4. Oleh karena itu, jangan heran kenapa kelompok Wahhabiyyah sering berdusta. Sebab, kedustaan mereka memang lahir dari pengajaran guru guru mereka sendiri.
B. MENJABARKAN KEBENARAN KALAM IMAM ASSYAFI'I YANG DIPOTONG WAHHABI
Dalam postingannya, ustadz Firanda Andirja Al Wahhabi ketika menyerang kelompok sufi, ia hanya mengambil cuplikan teks berikut ini yang diriwayatkan langsung oleh Al Imam Al Hafidz Abi Bakar Al Baihaqi Assyafi'i (W 458 H):
أخبرنا أبو عبد الله الحافظ قال : سمعت أبا محمد : جعفر بن محمد بن الحارث يقول : سمعت أبا عبد الله : الحسين بن محمد بن بحر يقول : سمعت یونس بن عبد الأعلى يقول : سمعت الشافعى يقول : لو أن رجلا تصوّف من أول النهار لم يأت عليه الظهر إلا وجدته أحمق.
Artinya: Kalau ada orang menjadi Sufi di pagi hari, maka tidaklah datang waktu Zhuhur kecuali orang tersebut akan engkau jumpai menjadi manusia yang dungu.
[Manaqib Assyafi'i Lil Baihaqi: 2/207]
Padahal, Al Imam Abu Bakar Al Baihaqi Assyafi'i (W 458 H) sudah menjelaskan maksud perkataan Imam Assyafi'i diatas;
قلت : وإنما أراد به من دخل في الصوفية واكتفى بالاسم عن المعنى، وبالرسم عن الحقيقة، وقعد عن الكسب، وألقى مؤنته على المسلمين، ولم يبال بهم، ولم يرع حقوقهم، ولم يشتغل بعلم ولا عبادة، كما وصفهم في موضع آخر.
Artinya: aku (Al Baihaqi) katakan; sesungguhnya yang beliau (Imam Syafi'i) maksud adalah dia yang masuk kedalam dunia sufi tapi sudah merasa puas dengan nama meski tidak memahami maknanya. Dia yang merasa cukup dengan simbol saja tanpa mengetahui hakikatnya. Lebih senang duduk dibanding usaha (malas bekerja), dia membebani perbekalan hidupnya pada kaum muslimin, dan dia tidak peduli dengan mereka, dia tidak menjaga hak-hak mereka, tidak menyibukkan diri dengan ilmu dan ibadah, sebagaimana beliau mensifati mereka (sufi asli) di tempat yang lain.
[Manaqib Assyafi'i Lil Baihaqi: 2/207]
Jadi, yang dicela oleh imam Assyafi'i didalam Kalam nya itu berdasarkan penjelasan imam Al Baihaqi tadi.
Jadi, yang dicela oleh Al Imam Assyafi'i adalah orang orang yang merasa puas dengan menyematkan dirinya dengan nama sufi dan tidak mau tahu tentang makna sufi yang sebenarnya, cukup mengandalkan nama sufi meskipun tidak mengerti hakikat sufi itu seperti apa, senang duduk duduk santai saja tanpa mau usaha/bekerja untuk memenuhi kebutuhan kehidupannya, menjadi parasit bagi kaum muslimin seperti membebani bekal kehidupannya pada mereka dan tidak mau tahu akan penderitaan mereka, tidak menjaga hak hak mereka dan tidak menyibukkan diri dengan ilmu dan ibadah.
Singkatnya, yang dicela oleh Imam Assyafi'i adalah orang orang bodoh yang menghiasi diri mereka dengan nama sufi.
C. MENJABARKAN KEBENARAN KALAM IMAM ASSYAFI'I YANG DIPOTONG WAHHABI
Kemudian, Kalam Imam Assyafi'i mengenai celaan kepada kelompok sufi yang kerap mereka gunakan adalah ucapan berikut ini;
سمعت إبراهيم بن المولد يحكى عن الشافعي أنه قال : لا يكون الصوفى صوفيا حتى يكون فيه أربع خصال : كسول أكول ، نئوم ، كثير الفضول.
Artinya: Tidaklah seorang sufi menjadi sufi sejati sampai empat perkara ada dalam dirinya: Bermalas malasan, hobi makan, tukang tidur dan sering melakukan hal yang tak perlu.
[Manaqib Assyafi'i Lil Baihaqi: 2/207]
Dan seperti biasa, Al Imam Al Baihaqi selalu orang yang membawakan riwayat ini langsung menjelaskan maksud ucapan tersebut;
Al Imam Al Baihaqi (W 458 H) menjelaskan maksud Kalam beliau:
وإنما اراد به ذم من يكون منهم بهذه الصفات، فأما من صفا منهم في الصوفية بصدق التوكل على الله عز وجل واستعمال الشريعة في معاملته مع الله عز وجل في العبادة ومعاملته مع الناس في العشرة فقد حكي عنه انه عاشرهم وأخذ منهم.
Artinya: Sesungguhnya yang ingin beliau kritik adalah siapa dari mereka yang memiliki sifat ini. Adapun mereka yang bersih kesufiannya dengan benar-benar bertawakal kepada Allah Azza Wa Jalla dan menggunakan adab syari'ah dalam mu'amalahnya kepada Allah Azza Wa Jalla juga dalam beribadah serta mu'amalahnya dengan manusia saat bergaul, maka sungguh telah dikisahkan dari beliau bahwa beliau (Asy-Syafi'i) berteman dengan mereka dan mengambil (ilmu) dari mereka.
[Manaqib Assyafi'i Lil Baihaqi: 2/207-208]
Jadi, yang dicela oleh imam Assyafi'i pada ungkapan meme slide yang ke 4 adalah orang orang mengaku telah menjadi sufi tapi kerjaannya hanya makan saja, malas malasan, tidur saja dan melakukan hal yang tidak penting. Dan apabila ada seorang yang mengaku sufi dan kerjaannya hanya beribadah, tawakkal, Zuhud, baik budi pekertinya saat bersosial, dan sebagainya. Maka, dia tidak termasuk pada celaan ini.
Kesimpulannya adalah jelas sekali bahwa yang beliau kritik habis habisan adalah sufi sufi palsu itu yang sudah keluar dari hakikat kebenaran asli dari nama sufi. Dan kami hanya akan menambah beberapa hal sebagaimana berikut:
Al Imam Assyafi'i tidak membenci kaum sufi justru beliau lah yang memotivasi ummat manusia agar mereka menggabungkan dua elemen dalam diri diri mereka yaitu Sufi dan Fiqih dalam kehidupan. Dalam diwannya beliau mengatakan:
فقيها وصوفيا فكن ليس واحدا - فإني وحق الله إياك أنصح
فذاك قاس لم يذق قلبه تقى - وهذا جهول، كيف ذُو الجَهْلِ يصلح؟
Artinya: Jadilah seorang yang Faqih (ahli fiqih) dan seorang sufi, jangan engkau menjadi salah satunya saja - Demi haq Allah sesungguhnya aku benar benar memberikan nasehat. : Ahli Fiqih yang tak bertasawwuf itu keras hatinya hatinya takkan merasakan taqwa - Inilah orang orang bodoh (fiqih tak bertasawwuf) lantas bagaimana mungkin orang yang bodoh akan menjadi baik?.
[Diwan Assyafi'i: 56]
Kesimpulannya adalah;
1. Ungkapan imam Assyafi'i yang ini; "لو أن رجلا تصوّف من أول النهار لم يأت عليه الظهر إلا وجدته أحمق" sudah dijelaskan tuntas oleh Al Imam Al Baihaqi dalam kitab Manaqib Assyafi'i nya yakni ditujukan kepada segelintir orang yang mengaku mengaku menjadi sufi yang hanya cukup dengan nama tanpa mengetahui makna hakikat sufi dan lain sebagainya.
2. Ungkapan Imam Assyafi'i yang ini; "لا يكون الصوفى صوفيا حتى يكون فيه أربع خصال : كسول أكول ، نئوم ، كثير الفضول." Sudah juga dijelaskan tuntas oleh Al Imam Al Baihaqi yakni ditujukan kepada orang yang mengaku ngaku menjadi sufi juga tapi hidupnya hanya makan saja, malas malasan, tidur tiduran dan sebagainya.
3. Ustadz Firanda dan para badut badutnya sudah terbukti salah yakni membuang penjelasan dari Al Imam Al Baihaqi selalu pembawa riwayat Imam Assyafi'i tersebut.
4. Nabi Saw sudah jauh hari memperingatkan akan muncul sumber fitnah dari Nejd. Sekarang terbukti wahabisme suka memotong qoul , ayat, mendistorsi , menambah bahkan memalsukan kitab salaf & kholag untuk menebar fitnah dan menyerang ummat Nabi SAW
APA PENDAPAT ANDA TENTANG TOPIK INI?: