AKU BISA JADI GURU
Sajak Oce Satria
Aku kira aku bisa berdiri di muka
sepertimu
menuliskan huruf tegak-bersambung kata
atau menghafalkan operasi matematika
atau melafalkan pancasila
atau mengingat bilangan prima
atau melukis gunung-gunung desa
Aku pikir aku bisa berperan di sana
sepertimu
menganulir keliru lafazku
atau memelintir kuping madarku
atau menyinyir bandelku
atau mengusirku dari kelasmu
Aku anggap aku bisa sehebatmu
menanggap keluh orangtua wali
atau menangkap bakat dalam diri
atau mengungkap maksud tersembunyi
atau mendekap isak ratap kami
Aku yakin aku bisa secampinmu
menampin segudang masalah
atau memimpin ribuan polah
atau bolak-balik ke bukopin
demi serampin yang kau kumpulkan
Aku jumawa aku bisa setangguhmu
membawa barisan panjang tunas-tunas
atau berfatwa tentang putih dan hitam
atau tertawa dibalik pilu yang kau endapkan
atau kecewa bila kami tak juara
tapi legawa bila engkau gagal meminjam koperasi
Aku takabur aku bisa sejeniusmu
tapi, aku takluk saat menaklukkan bocah-bocah, tiga
muridku tapung hambur,
aku gagal menguasai kelas, dua muridku tertidur,
aku terkapar menatar manusia, satu muridku gugur.
Aku terhenyak sendiri
Ah,
Nyatanya, aku tak benar-benar bisa menjadimu,
Nyatanya, aku harus menjadi guru bagi diriku sendiri saja
Nyatanya, aku tetaplah murid,
bocah yang tak tahu apa-apa.
(Pku 25 November 2021)
Selamat Hari Guru



Ilustrasi: Oce
Foto: Oce, suma.id