Apakah kontennya positif, netral, atau negatif?

Ini adalah beberapa pertanyaan yang harus ditanyakan – dan dapat dijawab – ketika kita ingin berhasil mengelola reputasi online yang kita kelola. Jika tidak terjawab, online akan lesap begitu saja dari ingatan publik.

Idealnya, memang diperlukan  tim profesional yang betul-betul care dan mau belajar bagaimana  berkutat dengan dunia online. Okelah, Anda kurang akrab, apalagi mahir, tapi jika diseriusi ini akan membantu menaikkan reputasi online.

Secara teknis semuanya bisa dipelajari. Terutama bagi jurnalis era disrupsi sekarang. Era disrupsi ini merupakan fenomena ketika masyarakat menggeser aktivitas-aktivitas yang awalnya dilakukan di dunia nyata, ke dunia maya. Fenomena ini berkembang pada perubahan pola dunia bisnis. Kemunculan transportasi gadget / daring adalah salah satu dampaknya yang paling populer di Indonesia. Semua serba online, serba maya. Bisnis media paling awal tercemplung dan harus bisa berenang di era disrupsi ini.

Kita dapat menciptakan rekayasa sosial dan psikologi publik  untuk memanfaatkan sejumlah alat dan teknik mutakhir untuk memastikan bahwa citra medi yang kita kelola  mampu merebut reputasi bagusvdi internet dan tentu saja di dunia nyata. .

Ada sejumlah metrik penilai yang bisa dijadikan ukuran. Ini di antaranya:


Google PageRank

PageRank adalah mesin pencari raksasa Google algoritma analisis tautan. Digunakan untuk menetapkan bobot numerik untuk mengukur “kepentingan relatif” dari halaman web atau situs web.

PageRank selalu menjadi metrik penting bagi para profesional SEO, dan pengelola media harus memiliki perhatian untuk mengelola reputasi online, dengan biasa memeriksa PageRank.

Itu karena PageRank memberi indikasi berapa banyak tautan  (link) masuk yang berasal dari situs otoritas – yang berarti, pada dasarnya, bahwa semakin dihormati, populer, dapat dipercaya, dan berwibawa bisnis atau merek, semakin tinggi PageRank kita.

Ini bukan satu-satunya metrik untuk mengukur reputasi online, tetapi penting untuk mengetahui di mana online kita berada dalam skala PageRank, misalnya 1 hingga 10 – dan, dari sana para customer dan publik menilai seberapa penting dan berpengaruh media kita bagi mereka.


Bookmark dan umpan RSS

Seperti PageRank, bookmark dapat berfungsi sebagai indikator yang baik tentang berapa banyak orang yang mempercayai merek atau media.

Lagipula, pengguna internet cenderung menandai halaman atau situs web jika mereka merasa berguna. Jika mereka pikir itu memiliki sesuatu yang berharga otomatis akan membuat mereka tetap mengunjungi. Jangan sampai pembaca wassalam. 

Hal yang sama berlaku dengan berbagai laman, konten dan media sosial pendukung lainnya, di mana orang memilih untuk mencatri pembaruan informasi dari konten yang kita produksi.

Sedikit – jika ada – akan berlangganan konten dengan sendirinya. Jika pelanggan feed  bertambah, selamat. Itu berarti orang-orang menantikan hal-hal baru apa pun yang kita tawarkan atau katakan.


Ulasan Online

Di usia Google Places, Yelp, Foursquare, TripAdvisor (dan situs ulasan lainnya yang harus kita ketahui), konten buatan pengguna mungkin adalah cara paling jelas untuk mengetahui seperti apa reputasi sebuah situs online.

Apakah pembaca memberi pujian, senang membagikan konten di berbagai platform media sosial mereka? Jika iya, itu adalah indikasi media online kita mendapat kepercayaan pembaca. 

Begitu pun sebaliknya.

Tentu saja, cara terbaik untuk mengetahuinya adalah dengan secara teratur melacak eksistensi media online di media sosial. 


Score Cloud

Apakah bisnis atau merek omline aktif di situs media sosial seperti Facebook dan Twitter? Dua raksasa medsos ini penting saat ini. Semua penggunanya sangat mudah teroengaruh dengan sebaran konten yang jleb, cihuyyy dan nendang. 

Bahkan beberapa redaksi media secara iseng kadang menulis dan mengunggah konten yang keliru, di mana itu akan memancing reaksi. Semacam MPO (menarik perhatian orang).  

Kuta dapat melihat seberapa baik yang melakukan percepatan reputasi jaringan ini dengan melihat  pengaruh  berdasarkan kemampuan media untuk mendorong aksi klik para netizen.

Menurut analis score cloud,  penting memperhitungkan jumlah orang yang kita  pengaruhi (True Reach), berapa banyak kita mempengaruhi mereka (Amplifikasi), dan seberapa besar pengaruh jaringan sosial kita (Dampak Jaringan).

Meskipun metrik ini tidak selalu menjadi metrik untuk mengukur sentimen, score cloud  masih dapat memberikan indikasi yang cukup bagus tentang bagaimana orang merespons setiap kali kita memiliki sesuatu untuk dipublis secara online.


Metrik Kunci untuk Mengukur Reputasi Online

Suka Facebook dan Retweet Twitter

Kita masih dapat menggunakan beberapa metrik yang dapat memberikan gambaran akurat tentang reputasi online Anda di jejaring sosial.

Jumlah orang yang “menyukai” Halaman Facebook kita, misalnya, menunjukkan berapa banyak pengguna yang siap dan bersedia untuk melekatkan diri pada merek atau bisnis seperti online yang kita tawarkan.

Jika mereka memilih untuk menjadi bagian dari jaringan atau komunitas kita, yang berarti kita harus melakukan sesuatu yang positif.

Hal yang sama dapat dikatakan tentang jumlah pengikut Twitter: jika orang-orang mengikuti kita di Twitter, itu berarti tweets (link) yaang kita kirim harus memiliki  sesuatu yang berharga untuk diterima.


Mengulangi kunjungan situs web


Pakar media online sepakat  menyarankan untuk mengintegrasikan media utama dengan beragam platform lainya semisal Facebook, Twitter, Instagram, Line, Linkedin, WAG dan lainnya. Bahkan dianjurkan juga mengelola blog perusahaan yang berisi hal-hal ringan.

Itu semua karena salah satu metrik utama untuk mengukur reputasi online adalah, kunjungan berulang yang didapat situs web.

Sangat disayangkan jika setelah pengguna mengunjungi situs web atau blog kita sekali saja dan kemudian memutuskan untuk tidak pernah kembali lagi.

Tetapi jika pengunjung sangat memikirkan konten kita yang sempat ia lahap – jika kita dapat memproyeksikan reputasi positif dan menawarkan pengalaman positif kepada mereka yang mengunjungi situs  – maka wajar jika kita telah berhasil menarik pengunjung berulang.


Check-In

Hal hebat tentang teknologi yang digerakkan oleh ponsel saat ini adalah bahwa pengunjung dapat “check in” online kapan pun mereka masuk atau kabur.

Mereka dapat check in melalui Facebook, Twitter, Foursquare, bahkan Instagram – dan memposting informasi tentang situ kita untuk memberi tahu teman dan pengikut mereka ke mana mereka harus membaca atau mencari referensi.

Dan, cara kerjanya sama seperti kunjungan situs web berulang: secara alami, semakin banyak proses check-in (terutama pengunjung kelas atas ) semakin positif reputasi online kita. (*)


14 Maret 2014

Catatan Oce Satria, dari berbagai sumber: Migs Bassig, Matra, Tracker.
Diperbarui 3 Des 2017

Migs seperti ditulis di akun linkedin-nya adalah Content Management and PR Executive, Writer and Editor. Ia adalah seorang penulis kreatif yang telah membantu banyak perusahaan komunikasi agar efektif secara online.