Oleh Hendra Idris
(Notaris, Internet Marketer)
DALAM sebuah buku yang ditulis oleh Bustami Narda -- pernah jadi wartawan, kini pengusaha -- bertitel "Cara Dagang Orang Padang", penulis menyampaikan beberapa hal.
Orang Padang, biarlah menjual benang, alat jahitan, asal ia jadi bos (pemilik). Orang Padang, biarlah jual dagangan kaki lima, asal ia pemiliknya. Orang Padang (laki-laki sekalipun), biarlah ia jadi tukang jahit, asal ia boss-nya.
Sesusah-susahnya orang Padang, ujung-ujungnya buka rumah makan.
Dalam kesempatan lain, penulis buku itu menyebut, pada dasarnya, Orang Padang tidak mau diatur dan tidak mau diperintah siapapun. Atau tidak mau jadi bawahan.
BACA JUGA:
Lepas dari apa yang disampaikan oleh penulis buku itu, memang, orang Padang tidak mau diperintah. Ia patuh (tapi hanya dalam hati). Jika atasan salah, bawahan takkan segan-segan mengritik atasan.
Maka itu, dulu ada pameo: Jika ingin sukses jadi pejabat di tingkat pusat dan Nasional, ia harus mencoba jadi pemimpin terlebih dulu di Sumatera Barat.
Seorang Antasari Azhar, misalnya, sebelum jadi Ketua KPK, ia terlebih dulu pernah sekian tahun jadi Kepala Kejaksaan Tinggi di Sumatera Barat.
Kita lihat contoh sederhana lain, rerata yang bekerja di rumah makan (di Padang tak ada rumah makan Padang, hanya umumnya tertulis RM) pada galibnya, menggunakan sistem bagi hasil.
Bagi hasil paling tinggi adalah "tukang masak" (koki), diikuti pelayanan di depan yang menghidangkan, hingga yang terendah: pekerja di bagian belakang (cuci piring, dan lain-lain).
Pembagian hasil macam-macam, tapi umumnya dihitung per 100 hari.
Jarang, karyawan rumah makan di Padang yang digaji, baik harian, mingguan maupun bulanan.
Mengapa?
Alasan klasik, jika ia digaji, ia takkan bertahan lama. Ia berpikir, ia juga ingin buka rumah makan sendiri.
Ia juga terobsesi JADI BOSS.
Sehingga, "bagi hasil" adalah suatu cara efektif guna meredam obsesi karyawan rumah makan (Padang) untuk buka sendiri.
Dengan "bagi hasil", si karyawan sudah seperti 'pemilik' juga. (*)
*Hendra Idris, (Udho Boy Hendra ) alumnus FH Unand Padang, influencer di media sosial