CIKEUSIK, SembarangKlik! -- Bentrokan antara jemaat Ahmadiyah dengan ummat Islam kembali terjadi di Cikeusik, Pandeglang Banten. Dalam bentrokan tersebut 3 orang tewas, sebuah rumah hancur dan beberapa kendaraan dirusak masa.
Kepala Polres Pandeglang AKBP Alex Fauzy Rasyad menjelaskan, serangan warga Cikeusik terhadap Jamaah Ahmadiyah dipicu oleh sikap para anggota jemaah Ahamdiyah yang mengeluarkan pernyataan bernada menantang kepada warga setempat.

"Sebenarnya situasinya sudah kondusif dan masyarakat juga tenang-tenang saja, tapi karena ada pernyataan bernada menantang dari Jamaah Ahmadiyah akhirnya warga terpancing," kata Alex Fauzi, Minggu.

Alex yang sedang berada di lokasi untuk meredakan ketegangan sosial itu menjelaskan, awalnya warga setempat ingin mengusir Jamaah Ahmadiyah dibawah kepemimpinan Parman.

Sebelumnya, warga telah meminta Parman membubarkan jemaah dan tidak menyebarkan ajaran Mirza Ghulam Ahmad tersebut.

"Ketika diminta membubarkan Ahmadiyah, Parman malah mengatakan, `lebih baik mati daripada membubarkan diri`," kata Alex Fauzy.

Beberapa hari lalu, ketika suasana memanas, Parman dan instrinya serta Atep yang menjadi Sekretaris Jamaah Ahmadiyah Cikeusik meminta perlindungan kepada polisi.

"Setelah Parman diamankan situasi kembali tenang, tapi tadi pagi datang Jamaah Ahmadiyah dari Jakarta sekitar 20 orang, dan mengeluarkan pernyataan siap mempertahankan Ahmadiyah sampai titik darah penghabisan," katanya.

Mendengar pernyataan itu, masyarakat yang sudah tenang kembali terbakar emosinya dan akhirnya mengusir paksa Jamaah Ahmadiyah itu sehingga terjadi insiden berdarah itu.(antara News)



INKUISISI AHMADIYAH

(Dewi Nova)

...Di Mataram, rumah-rumah dibakar
"Ini kali ke delapan, nenekku meninggal pada penyerangan ke-4 di tahun 82," gelisah perempuan muda
"Usai sudah mengajar di sekolah, setelah mereka tahu aku Ahmadiyah," keluh seorang guru
"Bagaimana bisa mereka menuduh cucuku anak haram, karena anakku menikahi sesama muslim yang bukan Ahmadiyah," tangis seorang ibu
Mereka haramkan pernikahan itu!

Bau angus memberangus
puing puing dinding dan genting
barang lain pun dicuri habis pencuri yang tak akan pernah diadili
pengungsian yang morat marit

Perempuan dan laki-laki kehilangan penghasilan
anak-anak tak lagi sekolah
orang sakit semakin meringis
obat dan perawat semakin susah didapat

Di Cianjur, perempuan itu melahirkan di hutan
"Untung saja janin ini selamat, setelah hampir diperkosa penyerang"
Anak sekolah dipertanyakan gurunya:
"Mengapa kau turut aliran sesat?"

Pasukan penyerang itu bersorban putih
menebar kebencian dari rumah Tuhan
menyebar selebaran di pusat kota
memaksa diri menjadi pasukan Tuhan

Negara takut mengkerut
demi Tuhan yang sudah lama tak dikenalnya
barang siapa menolong Ahmadiyah
patut diduga melawan Tuhan

Dua puluh tiga surat negara merantai Ahmadiyah
polisi tunduk pada amuk massa
hukum lumpuh! hukum lumpuh!

Pemimpin agama rikuh lumpuh berbeda pandang
beragama tak lagi menyelamatkan

Bhineka Tunggal Ika sekarat dipenggal anak kandungnya

Indonesia, Oktober 2007

Diterbitkan dalam Antologi Puisi "Burung Burung Bersayap Air"