Rindu Itu Tak 'kan Lari Kemana
TNCMedia
by BundaLinda Riva'i
1990 – 2010
3 tahun di SMA
Tahun pertama puasa tanpa emak
Diwarnai banjir air mata
6 tahun jadi mahasiswa
Puasa tanpa emak terwakili dengan isak
2 tahun jadi pekerja
Pusa tanpa emak menahan rasa
9 tahun jadi istri
Puasa tanpa emak tetap menyimpan
Rindu tak terperi
Tak terasa 20 kali Ramadhan tanpa emak
Rindu itu tak kan lari kemana
Pondok Kelapa, malam 1 Ramadhan 1431 H
MOHON MAAF LAHIR DAN BATHIN , IBU.....AYAH
Walau tak disimpan dalam file laptopnya
Meski tak tertulis lewat penanya
Bahkan mungkin tak sempat terucap lewat kata-katanya
Mungkin ini adalah ungkapan hatinya....( ayah dan ibu kita )
"Jika aku tua nanti...Mengertilah terhadapku,
Jika aku lupa cara mengikat sepatuku... Ingatlah saat Aku dulu mengajarimu...
Kalau aku berulang-ulang mengatakan sesuatu...Bersabarlah mendengarkanku, Jangan memutus pembicaraanku, walau sudah bosan telingamu...
Jika seketika aku lupa pembicaraan kita...Berilah aku waktu untuk mengingatnya bagiku, Apa yang dibicarakan tidaklah penting asal kau ada mendengarkan disampingku..
Saat kau kecil aku harus mengulang cerita yang telah beratus kali kubacakan agar kau tertidur dan gembira bersamaku...
Jika aku tua nanti... rengkuhlah jemariku ini, Beri aku perhatianmu yang tak pernah henti...
Kalau aku perlu kamu memandikanku...janganlah marah kepadaku, Ingatlah sewaktu kecil aku harus memakai seribu cara untuk membujukmu...
Kalau aku tak paham informasi dan hal baru...janganlah mengejekku, Ingatlah dahulu aku harus bersabar menjawab setiap kata "mengapa" darimu...
Jika nanti aku lemah dan tak sanggup berjalan lagi, Ingatlah saat kau dulu belajar menapakkan kaki...Ulurkanlah tanganmu yang masih kuat untuk memapahku, Seperti saat aku dulu mendampingimu...
Kini, temani aku jalani sisa usiaku...Berikan kasih tulus mu, Kan ku balas dengan rasa syukurku serta cinta tak terhingga untukmu...
Jika aku tua nanti..Kelak kan tiba waktuku tuk pergi, Panjatkanlah selalu doamu padaNya yang Maha Tinggi...Karena permohonanmu kan melesat bagai cahaya dalam kuburku…menerangi...
Jangan kau tangisi dan ratapi aku dengan kesedihanmu...Berdoa dan perbanyaklah amal baikmu, Doa anak saleh yang kan membantu dan jadi pelita dalam kuburku..
Jadilah orang yang berbakti...Isi hidup dengan hal yang berarti, Agar kelak Dia kan mempertemukan kita kembali ditaman "SurgaNya" yang abadi.. Aamiin.
Dirawikan dari sebuah Note from inbox dari sebuah tag dari Kati Djahyo....
1990 – 2010
3 tahun di SMA
Tahun pertama puasa tanpa emak
Diwarnai banjir air mata
6 tahun jadi mahasiswa
Puasa tanpa emak terwakili dengan isak
2 tahun jadi pekerja
Pusa tanpa emak menahan rasa
9 tahun jadi istri
Puasa tanpa emak tetap menyimpan
Rindu tak terperi
Tak terasa 20 kali Ramadhan tanpa emak
Rindu itu tak kan lari kemana
Pondok Kelapa, malam 1 Ramadhan 1431 H
MOHON MAAF LAHIR DAN BATHIN , IBU.....AYAH
Walau tak disimpan dalam file laptopnya
Meski tak tertulis lewat penanya
Bahkan mungkin tak sempat terucap lewat kata-katanya
Mungkin ini adalah ungkapan hatinya....( ayah dan ibu kita )
"Jika aku tua nanti...Mengertilah terhadapku,
Jika aku lupa cara mengikat sepatuku... Ingatlah saat Aku dulu mengajarimu...
Kalau aku berulang-ulang mengatakan sesuatu...Bersabarlah mendengarkanku, Jangan memutus pembicaraanku, walau sudah bosan telingamu...
Jika seketika aku lupa pembicaraan kita...Berilah aku waktu untuk mengingatnya bagiku, Apa yang dibicarakan tidaklah penting asal kau ada mendengarkan disampingku..
Saat kau kecil aku harus mengulang cerita yang telah beratus kali kubacakan agar kau tertidur dan gembira bersamaku...
Jika aku tua nanti... rengkuhlah jemariku ini, Beri aku perhatianmu yang tak pernah henti...
Kalau aku perlu kamu memandikanku...janganlah marah kepadaku, Ingatlah sewaktu kecil aku harus memakai seribu cara untuk membujukmu...
Kalau aku tak paham informasi dan hal baru...janganlah mengejekku, Ingatlah dahulu aku harus bersabar menjawab setiap kata "mengapa" darimu...
Jika nanti aku lemah dan tak sanggup berjalan lagi, Ingatlah saat kau dulu belajar menapakkan kaki...Ulurkanlah tanganmu yang masih kuat untuk memapahku, Seperti saat aku dulu mendampingimu...
Kini, temani aku jalani sisa usiaku...Berikan kasih tulus mu, Kan ku balas dengan rasa syukurku serta cinta tak terhingga untukmu...
Jika aku tua nanti..Kelak kan tiba waktuku tuk pergi, Panjatkanlah selalu doamu padaNya yang Maha Tinggi...Karena permohonanmu kan melesat bagai cahaya dalam kuburku…menerangi...
Jangan kau tangisi dan ratapi aku dengan kesedihanmu...Berdoa dan perbanyaklah amal baikmu, Doa anak saleh yang kan membantu dan jadi pelita dalam kuburku..
Jadilah orang yang berbakti...Isi hidup dengan hal yang berarti, Agar kelak Dia kan mempertemukan kita kembali ditaman "SurgaNya" yang abadi.. Aamiin.
Dirawikan dari sebuah Note from inbox dari sebuah tag dari Kati Djahyo....