Gus Dur adalah tokoh yang terkenal karena
beberapa ide kontroversial dan melawan arus. Kyai yang pernah mengenyam
pendidikan di Universitas Al Azhar, Mesir itu pernah mengejutkan publik saat
memberi kata pengantar buku humor "Mati Ketawa Cara Rusia." Kyai itu
juga mengagetkan masyarakat saat menjadi komentator tayangan sepakbola atau
menjadi pengkritik film. Setiap kali dikritik dia juga dengan tangkas
mengatakan, "Gitu saja kok repot."
2. Gus Dur juga menjadi
sorotan ketika berkunjung ke Israel
pada tahun 1994. Saat itu masyarakat muslim banyak menyoroti sikap negara itu
terhadap rakyat Palestina. Sepulang dari Israel ,
Gus Dur menyarankan pemerintah membuka hubungan diplomatik dengan Israel .
3. Beberapa kali Gus Dur
menyambangi Soeharto setelah penguasa Orde Baru itu lengser. Padahal Soeharto
dan keluarga Cendana sedang menjadi sorotan publik. Gus Dur pula yang menggagas
Soeharto harus diadili, hartanya disita, lalu Soeharto dimaafkan. Hingga akhirnya,
untuk pertama kalinya 30 Agustus tahun 2000 dilaksanakan pengadilan terhadap
Soeharto.
4. Sebulan setelah menjadi
Presiden, Gus Dur membubarkan Departemen Sosial dan Departemen Penerangan. Saat
menjelaskan prihal pembubaran kedua pos kementrian itu di hadapan DPR, Gus Dur
melontarkan komentar bahwa DPR tak ubahnya taman kanak-kanak. "Beda DPR
dengan taman kanak-kanak memang tidak jelas," kata Gus Dur ketika itu.
Pernyataan itu memunculkan protes keras dari sejumlah anggota Dewan.
5. Pada April 2000, Gus Dur
memecat Menteri Negara Perindustrian dan Perdagangan Jusuf Kalla dan Menteri
Negara BUMN Laksamana Sukardi. Alasan dia, adalah bahwa keduanya terlibat dalam
kasus korupsi, meskipun Gus Dur tidak pernah memberikan bukti yang kuat.
Belakangan Hamzah Haz juga mengundurkan diri dengan alasan menolak kedekatan
Gus Dur dengan Israel .
6. Gus Dur mengubah
keangkeran Istana dengan cara menerima kiai NU yang hanya memakai sarung dan
memakai sandal. Bahkan suatu ketika ia pernah mengenakan celana pendek di Istana
Negara. "Pelajaran utama dari Gus Dur adalah desakralisasi
Istana," kata Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan Pramono Anung.
7. Ancaman dekrit pembubaran
parlemen merupakan kontroversi Gus Dur menjelang akhir jabatannya sebagai
Presiden. Dia tak ingin kedudukannya dilengserkan sebelum masanya berakhir.
Menurut Pengamat Politik Arbi Sanit, dengan dekrit ini, Gus Dur ingin
menunjukan kepada masyarakat sistem presidensial yang sebenarnya. "MPR
tidak bisa menghentikan presiden di tengah jalan," kata dia.
sumber: tempointeraktifBaca Juga
Komplikasi Gus Dur
Cerita Gus Dur Sebelum Wafat