AIR itu gratis, tapi ketika Anda minta orang lain mengambilkan dari gunung, mengemasnya dalam botol, maka Anda harus bayar
Udara itu gratis, tapi ketika Anda minta orang lain memasukkannya ke ban kendaraan anda, maka Anda harus bayar
Cahaya itu gratis, tapi ketika Anda minta orang lain dg ilmunya sehingga cahaya masih bisa hadir saat matahari tak ada, maka Anda harus bayar.
Membuat video pake hape itu gratis, tapi ketika ekspektasi Anda ada cinematicnya, angle dan permainan kamera maupun editing, color grading yang mestinya perlu skill editing maka Anda harus bayar.
Ada banyak kasus semisal di atas, yang mungkin tidak bisa ditulis satu persatu kasusnya karena akan panjang, ada chef yang begitu mengolah semua makanan jadi nikmat, ada fashion desainer & tailor yang mampu menyulap penampilan jadi modis, elegan dsb .. dst.. dst
Ilmu itu gratis, tapi ketika Anda minta orang lain mempelajarinya, mengujinya, menyaringnya hingga ketemu formula terbaik, maka Anda harus bayar.
Jadi please deh, jangan seenaknya ngomong ilmu itu milik Allah, masak harus bayar? Ya, memang semua yang ada di dunia ini milik Allah, termasuk barang-barang yang sampeyan punya. Tapi apa boleh orang seenaknya ambil barang Anda dengan alasan milik Allah?
Bahannya bisa jadi gratis...menuju untuk mendapatkan gratis itu bisa berdarah-darah, Mas Bro.
Penuntut ilmu pasti paham, kalau dari "bodoh" menjadi "pintar" itu perjuangannya luar biasa. Bisa ada tangisan, luka, kurang tidur, rasa gelisah, dsb.. mental dan fisik ditempa..
Anda boleh membayar selembar kertas kosong seharga satu rim kertas, akan tetapi saat selembar kertas diisi dengan desain arsitektur atau grafis, maka Anda tidak bisa lagi menghargakannya seharga itu.
Ketika Anda bawa komputer Anda yang tak mau nyala ke teknisi komputer, tau2 ia hanya menggeser sedikit salah satu kabel atau alat, lalu Anda enggan bayar. "Segitu doang kok bisa 50 ribu?" Anda anggap remeh, padahal Anda berhari2 bingung mencari dimana masalahnya.
Ketahuilah, ada seorang mahasiswa yang dulu dimarahi dosen karena salah hitung/salah faham dengan materi yang disampaikan, hingga jatuh sakit thypus karena begadang dan ngejar waktu dosen. Ada juga mahasiswa yang berangkat kuliah dengan jalan kaki dengan perut kosong demi ongkos pulang dan makan malam doang.
Ada juga mahasiswa lainnya dengan kasus penderitaan berbeda yang sekarang bisa bantu menyelesaikan kebutuhan kamu sesuai yang kamu mau dan kamu seenaknya bilang khan tinggal googling dan copas aja di internet.
Jadi pantaslah kita untuk menghargai mereka yang telah capek-capek mencari ilmu, dan pada akhirnya bisa membantu kita untuk mendapatkan fasilitas dan berbagai kemudahan.
Lupakan kalimat pamungkas untuk minta tolong "khan teman", karena kata tersebut mestinya al
Anda membayar lebih mahal dari standar harga pasaran. Karena artinya Anda tahu perjuangan teman tersebut, bagaimana ia bisa berdarah-darah mencapai hal itu. Jika tidak bisa lebih membayarnya, lupakan kata teman..
Terlebih jika teman tersebut mencurahkan professionalitas kerjanya pada bidang tersebut. Tahu khan arti kata professional? Iya, ia menggantungkan kehidupan atau pendapatan dari hal tersebut, sebagaimana seorang dokter menggantungkan hidup dari memeriksa dan mengobati pasien. Selayaknya kita profesional dalam membayar..
Ketahuilah "semua project matur tengkyu" bisa membuat utang semakin menumpuk dan janji-janji ke anak istri sering tidak terpenuhi.. You hurt me! (*)
10 Desember 2019