Entri Point

duka bertahta di gugus eksodus kemahagetiran jiwa
perjalanan yang sia-sia
entah aku yang introvert
atau iblis yang sok pamer;
ribuan persimpangan melumpuhkan langkah menuju sampai
Di Malam Seribu BulanMu,
aku merasa duli dibawah sepatu yang compang-camping
inilah aku yang durjana, merutuk sesal!




Naif

Pertama menuliskan
identitasku di hadapanmu,
hanya sia-sia
Bukankah Engkau satu-satunya
yang tahu segala aibku yang kusembunyikan
dari mata dan telinga fana?