SembarangKlik! – Kantor berita AP melaporkan serangan tengah malam pada 19 Maret lalu oleh pasukan penjajah NATO-AS terhadap sasaran sipil, mengikuti resolusi DK PBB, 48 orang telah tewas dan 150 lainnya mengalami luka, kebanyakan dari mereka adalah anak-anak dan perempuan

Jumlah korban tewas terus meningkat karena banyak jenazah yang tertimbun dalam puing-puing bangunan yang hancur. Rumah sakit Bir al-Usta Milad, di pinggiran Tripoli ikut hancur. Sejauh ini Obama diam saja mengenai pembantaian tersebut.
kendaraan Libya di bom sekutu
Di tengah serangan pasukan sekutu memborbardir target-target di Libya melalui udara, kecamuk pertempuran di darat terus berlangsung antara pasukan Qadhafi dan pasukan revolusioner.

Sebelumnya, Dewan Keamanan PBB meloloskan resolusi tahun 1973 Kamis, yang mengizinkan tindakan militer melawan Libya untuk menjalankan zona larangan terbang di Negara tersebut. Serta merta kawanan sekutu; Prancis, Inggris dan AS memulai serangan udaranya ke Libya sabtu lalu dan menembakkan lebih dari 120 misil milik Tomahawk Cruise dan melakukan pengeboman pada target-target kunci milik Libya. Intervensi Amerika ke Libya juga ikut menyertakan Spanyol, Norwegia, Denmark bergabung dalam ‘pesta perang’ ini.

Serangan pasukan sekutu dengan tameng resolusi DK PBB ini sudah bisa dibaca sebagai bentuk kelicikan barat, terutama Amerika yang memiliki agenda besar; mengincar minyak. Karena selama ini sudah terbukti tujuan Amerika dalam setiap keterlibatannya di Negara-negara penghasil minyak yang “bermasalah” tak lain untuk menguasai minyak. Apalagi Libya tercatat sebagai Negara ketiga terbesar produsen minyak dunia.

Barat sangat khawatir dan terganggu bila Khadaffi terus dibiarkan. Para ahli mengatakan bahwa motif utama di balik serangan sekutu Barat itu 'adalah cadangan minyak besar di negara Afrika Utara’ itu.

Perang ini juga ditengarai sebagai upaya untuk menjual senjata yang terus diproduksi sekutu namun perang agak sepi akhir-akhir ini. Banyak pihak mengecam aksi pamer kekuatan sekutu ini. "Campur tangan militer asing harus disingkirkan," kata Kementerian Luar Negeri Rusia seperti dikutip RIA Novosti.

Khadaffi memang memuakkan, tapi Amerika dan sekutunya jauh lebih memuakkan dan berperilaku binatang!

Dari berbagai sumber: arrahmah.com, hidayatullah.com, republika online, AP, Reuter, AFP, TvOne.