Hati Ibu
Percayalah padaku,
hati ibumu berbuhul sintak,
hingga tiap kali kau menyentak
hingga tiap kali kau menyentak
ia tak akan mati mengunci.
pulanglah
dan sembahlah sujudnya
yang menghamba doa
tangisnya adalah zikir
tangisnya adalah zikir
yang membanjiri arasy,
merayu sang pemilik hidupmu
rayu abadi melebihi umurnya yang fana
hanya untukmu kawan,
rayu abadi melebihi umurnya yang fana
hanya untukmu kawan,
cinta yang ia lahirkan
ke laut rahimnya dulu.
(jkt,2011)
Maaf
maaf
bila aku selalu meributkan angin yang bersiur
menyandera malam yang kelelahan
menyapa bintang-bintang satu persatu
menenggelamkan laut yang jumawa
membuyarkan mimpi yang centang perenang
dan selalu terpukau pada risau
maaf
(jkt,2011)
Nasib yang Menggemaskan
Bila kau merasa tak berkutik oleh jebakan nasib,
bukalah kembali catatan harianmu
temukan lagi sahabat-sahabat kanak-kanakmu
para lulusan SPG atau Aliyah yang mengajarimu baca tulis
dan kau panggil "guru"
Kawan, hentikan rengekanmu
saat ibu dan ayahmu berkongsi
menampik pintamu untuk sebuah permen
Setelah itu kau bakal tahu
menampik pintamu untuk sebuah permen
Setelah itu kau bakal tahu
nasib adalah mainan kanak-kanak
yang lucu dan menggemaskan
(jkt,2011)
Bulan Coklat Susu
menurutku, bulan itu adalah perempuan manis berjilbab coklat susu
saban malam merayu dengan kerikil kecil yang kukirim menuntut secarik senyum saja tapi ia mematung dengan pendar cahaya yang dirubungi pasangan bocah-bocah mabuk kepayang
Kuadukan pada Allah yang masih menggantungnya di langit
"Tuhanku..., sudikah Engkau mencatatkan namaku sebagai pemilik bulan berjilbab coklat susu itu?"
(jkt,2011)
Delta
ibu yang merapal mimpi
seperti delta yang menengadah hulu sungai
mimpi anak-anaknya yang riang mengalir di antara bebatuan dan ranting
dan delta yang mennyerahkan anak-anaknya pada laut itu
berbisik pada langit
sepanjang hidupnya
Tiba-tiba kurindu memeluk delta....
(jkt,2011)