![]() |
Timnas - Garuda di Dadaku |
Fenomena euforia Garuda Di Dadaku ini mampu menggermuruhkan semangat persatuan. Seperti satu tweet di twitter mengatakan bahwa Euforia sepakbola sejenak berhasil meleburkan perbedaan dan bergabung dalam satu semangat yang sama, yaitu bangga menjadi #SatuIndonesia Di bawah asuhan pelatih asal Austria yang sudah sering menangani Timnas negara2 di ASEAN, Alferd Riedl. Kali ini Timnas kita banyak menkombinasikan pemain-pemain tua dan muda. Selain itu yang banyak menjadi perbincangan adalah naturalisasi pemain, seperti Christian Gonzales dan Irfan Bachdim . Hasilnya, Timnas kita pun menjadi juara grup dengan melibas Malaysia 5-1, Laos 6-0, dan susah payah mengalahkan tim kuat Thailand 2-1.
Sayangnya fenomena positif ini tidak dapat dimanej dengan baik oleh PSSI. Terbukti dengan tidak responsifnya panitia menjawab antusiasme masyarakat yang memburu tiket masuk. Fakta menceritakan, manajemen penjualan tiket kacau balau dan mengobarkan kerusuhan atau amuk massa.
Meski harga tiket yang dilambungkan berlipat-lipat, ternyata masyarakat tidak peduli, kecintaan mereka yang tumbuh mendadak itu tidak lagi mempersoalkan ketidakwajaran. Begitulah mungkin bila cinta sudah berkibar.
Hari ini tanggal 29 Desember 2010, Timnas akan menghadapi Malaysia di leg ke 2, setelah sebelumnya pada leg pertama Indonesia kalah 0 - 3 di stadion Bukit Jalil, Malaysia. Akankah pertarungan sore ini akan mampu melepaskan dahaga rakyat dan menyalurkan euforia kebanggaan nasional?
Kita tunggu
Rabu, 29/12/2010 17:04 WIB Stadion Gelora Bung Karno (GBK),Final Piala AFF-
detiknews Stadion Gelora Bung Karno (GBK) memerah. Ribuan suporter Timnas Indonesia telah mulai memenuhi stadion yang berada di kawasan Senayan, Jakarta Pusat itu.
Pantauan detikcom, Rabu (29/12/2010) pukul 17.00 WIB, suporter yang mengenakan baju dan atribut Timnas serba merah itu telah mulai memasuki stadion. Sebagian penonton tampak menyanyikan 'Garuda di Dadaku' untuk memompa semangat Bambang Pamungkas cs.
"Kita harus menang," kata sekelompok suporter sambil mengibar-ngibarkan bendera merah putih. Sebagian lainnya tampak meniup terompet hingga membuat suasana di GBK riuh rendah.
Setiap penonton yang akan memasuki stadion diperiksa satu persatu. Mereka tidak diperkenankan membawa botol meski itu berisi minuman. Mereka yang ingin membawa minum harus menuangnya ke dalam plastik.
"Botol nggak boleh masuk, semua botol dibuang di sini," begitu kata petugas yang menjaga pintu sambil terus memeriksa para suporter.
Sementara itu pintu masuk VVIP tampak dijaga ratusan polisi dan juga Pasukan Pengamanan Presiden (Paspampres). Mereka berjaga-jaga di seluruh sekitar lokasi di mana Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) akan masuk itu.