-->


Sajak Bulan Maret


Aku tak hendak
mengeluh
Tapi tak usah
kau tutup pintu itu
Tak perlu bekap
gendang telingamu dengan pengap
Biarkan
matamu  terbuka,
aku hanya sejurus di sampingmu

Aku tak hendak
mengeluh
Tapi kata-kata
menderas serupa peluh.
Tak terhentikan.
Biarkan saja
ciap menjadi cuap.
Sesukanya,
Karena kota ini
pengap oleh senyap
Karena jalanan
Gagap merayap
Karena hati yang tinggi
menderam menderap menciutkan empedu
mereka yang diberi cap
anjing kurap

Aku tak hendak
mengeluh
tapi salahkah
kalau mulutku
hendak berkabar?
Mengumbar gambar
yang nyata atau tersamar

Aku tak hendak
mengeluh
tapi
gemuruh di jantungku
adalah petir yang menyambar getir

~sekali waktu waktu di zona hot-spot 2010~