SEJUMLAH sesepuh Minang membeberkan beberapa peran penting yang dimainkan Jusuf Kalla bagi “Ranah Minang”. Mereka menyampaikan dukungannya kepada Jusuf Kalla yang dipandang sebagai saudara sedarah orang Minang saat berkunjung ke Posko Pemenangan Pasangan JK-Wiranto di jalan Ki Mangunsarkoro , Jakarta. JK adalah sumando urang Minang karena beristrikan Mufidah yang asal Minang.

Karena jasa-jasanya tersebut, Badan Koordinasi Kemasyarakatan dan Kebudayaan Minangkabau (BK3M) yang diketuai Zulfahmi Burhan secara resmi mendukung pasangan JK-Wiranto dalam Pilpres mendatang. “”Kami keluarga besar Minangkabau yang di rantau maupun di kampung mendukung Sumando dan Ninik Mamak Jusuf Kalla sebagai Presiden RI,” kata Datuk Rajo Bagagar sebagai wakil BK3M.

Beberapa peran JK bagi masyarakat Minang dapat disebutkan antara lain:
1. Mendorong peningkatan mutu pendidikan di Sumatera Barat sejak masih Menteri Koordinator Kesejahteraan Rakyat
2. Menggagalkan privatisasi mayoritas saham PT Semen Gresik oleh Cemex tahun 2003
3. Mendorong rencana pembangunan pabrik Semen Indarung VI
4. Pembangunan jalan Sicincin - Malalak
5. Optimalisasi Pelabuhan Teluk Bayur
6. Pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Uap Padang 200 megawatt
7. Pembangunan irigasi Batang Sinamar
8. Mendorong rencana pembangunan baru jalan kereta api Padang-Solok
9. Pembangunan rusunawa mahasiswa Universitas Andalas
10. Perluasan teaching hospital Universitas Andalas
11. Perluasan Rumah Sakit M Djamil, Padang
12. Penetapan lokasi embarkasi haji Bandara Internasional Minangkabau
13. Memprakarsai pembangunan kembali Istana Pagarruyuang yang terbakar
14. Pengembangan Sumatera Barat sebagai sentraproduksi coklat di wilayah Indonesia barat
15. Memberi bantuan yang tidak putus bagi kegiatan agama, sosial, dan budaya di Ranah Minang
16. Memprakarsai Forum Silaturahmi Saudagar Minang
17. Tokoh yang biasa dijadikan tempat kosultasi warga Minang dalam banyak hal.

Mengapa JK-Wiranto

Inilah sejumlah fakta dan penyebab mengapa pasangan Jusuf Kalla-Wiranto menurut mereka paling tepat untuk memimpin Indonesia. Jusuf Kalla telah meletakkan kerangka perdamaian di daerah konflik Poso, Sulawesi Tengah, dan Ambon, Maluku. Lewat pertemuan Malino I dan Malino II dan berhasil meredakan dan menyelesaian konflik di antara komunitas Kristen dan Muslim.
Kunjungan kerjanya sebagai Menko Kesra ke Nanggroe Aceh Darussalam (NAD) pada awal tahun 2004 memberinya inspirasi untuk menerapkan pengalaman penyelesaian konflik Ambon-Poso di NAD. Upaya penyelesaian Aceh di dalami dan dilanjutkan penanganannya saat setelah dilantik menjadi Wakil Presiden RI. Akhirnya, kesepakatan perdamaian untuk NAD antara Pemerintah dan tokoh-tokoh Gerakan Aceh Merdeka (GAM) berhasil ditandatangani di Helsinki pada tanggal 15 Agustus 2005.

• Pasangan Nusantara. JK-Wiranto adalah satu-satunya pasangan yang memperhatikan keanekaragaman budaya masyarakat Indonesia. Hanya pasangan Capres-Cawapres JK-Wiranto yang memiliki unsur pribadi dari luar pulau Jawa, bahkan dicalonkan sebagai Presiden RI.

• Nasionalis. JK-Wiranto keduanya tak ingin bangsa Indonesia yang besar jatuh ke tangan kekuasaan asing, termasuk dalam soal ekonomi.

• Pro-Pasar. Namun pasar di sini tidak semata pasar saham belaka sebagaimana didengung-dengungkan oleh para elite neo-liberal. Akan tetapi lebih ke pasar rakyat yang menggerakkan roda ekonomi riil.

• Berpengalaman di pemerintahan. Baik Jusuf Kalla maupun Wiranto merupakan tokoh yang matang di pemerintahan. Jusuf Kalla pernah menjadi Menteri Perindustrian dan Perdagangan serta Menteri Koordinator Kesejahteraan Rakyat (Menko Kesra) sebelum menjadi Wakil Presiden RI. Sementara Wiranto pernah menjabat sebagai Panglima ABRI sekaligus Menteri Pertahanan dan Keamanan (Menhankam) serta Menteri Koordinator Politik dan Keamanan (Menko Polkam).

• Agamis. H. Muhammad Jusuf Kalla maupun H. Wiranto merupakan sosok yang taat pada agamanya, namun juga penuh toleransi dengan agama lain.

• Peduli Rakyat Kecil. Program Bantuan Langsung Tunai (BLT) yang diluncurkan pemerintah merupakan inisiatif Jusuf Kalla (JK). Program ini jelas membantu jutaan rakyat kecil yang selama ini tak memiliki akses bantuan.

• Cinta Damai. JK semenjak masih menjadi Menko Kesra sudah menggagas dan mengupayakan upaya perdamaian di daerah-daerah konflik. Ia pergi ke Aceh, berhasil mewujudkan Perdamaian Malino, juga ke Poso dan Ambon. Wiranto pada saat menjabat sebagai Panglima ABRI pada 1999 juga memerintahkan penarikan pasukan organik dari Aceh setelah selama Orde Baru dijadikan Daerah Operasi Militer (DOM). Semua itu membuktikan keduanya mencintai perdamaian bagi bangsa besar ini.

• Lebih Cepat. Dalam jabatannya di pemerintahan, JK maupun Wiranto lebih cepat dari pejabat lain saat harus bertindak. Bahkan kerapkali hambatan birokrasi yang panjang ditembusnya demi agar sebuah kebijakan yang pro-rakyat dapat diterapkan.

• Lebih Baik. Pengalaman JK-Wiranto di pemerintahan menjadikan keduanya sebagai pasangan capres-cawapres yang yang lebih baik dari berbagai segi. Baik dari segi pengalaman, kompetensi, kejujuran, maupun keberpihakannya pada bangsa.

Lebih Tegas. Karakter JK dan Wiranto bukanlah seorang peragu. Keduanya tegas dan berani mengambil resiko tidak populer atas kebijakannya demi kebaikan rakyat. (jkwiranto@yahoo.com)