DI TENGAH gurun yang tandus dan kota-kota yang berdesakan, musik metal Timur Tengah menemukan jalan untuk mengakar dan berkembang. Seperti bunga liar yang tumbuh di antara bebatuan.
Di wilayah yang kaya akan sejarah dan budaya ini, suara-suara keras dan bising dari amplifikasi metal menggemakan perjuangan, pemberontakan, dan harapan.
Berikut adalah sepuluh band metal dari Timur Tengah yang telah mengukir namanya dalam sejarah musik metal, menggabungkan elemen tradisional dengan keberanian modern yang menakjubkan.
1. Orphaned Land (Israel)
Orphaned Land adalah sebuah band metal progresif Israel, yang dibentuk pada 1991 dengan nama Resurrection (namanya diubah pada 1992 dengan nama yang dipakai saat ini), yang menyatukan pengaruh Yahudi, Arab, dan Asia Barat lainnya.
Orphaned Land adalah pelopor metal Timur Tengah, menciptakan harmoni yang indah antara metal progresif dan melodi tradisional Yahudi, Arab, dan Timur Tengah.
Album mereka seperti Mabool dan All Is One adalah himne perdamaian dalam suara keras yang memecah batas-batas budaya dan agama.
2. Myrath (Tunisia)
Myrath ( bahasa Arab: ميراث mīrāth, "Legacy") dibentuk pada tahun 2001 di Tunisia dengan aliran musik metal.
Pada awal berdiri pada tahun 2005, band ini bernama "X-Tazy". Mereka membuat album pertama berjudul Double Face yang diproduksi secara independen.
![]() |
Myrath ketika konser di Madrid, Spanyol. |
Myrath menawarkan perpaduan yang memukau antara metal progresif dan musik rakyat Tunisia. Dengan riff-riff berat yang diiringi oleh melodi Arab yang memikat, mereka membawa pendengar dalam perjalanan musikal yang melintasi waktu dan ruang. Album Tales of the Sands adalah contoh sempurna dari kekuatan dan keindahan musik mereka.
3. Nervecell (Uni Emirat Arab)
Berasal dari Dubai, Nervecell adalah kekuatan brutal dalam kancah death metal. Dengan lirik yang seringkali membahas tema-tema sosial dan politik, band ini menunjukkan bahwa metal tidak hanya soal suara keras, tetapi juga tentang pesan yang kuat.
Nervecell memainkan Death Metal dengan sedikit pengaruh cerita rakyat Arab. Teks-teks tersebut sebagian besar bersifat kritis secara sosial dan terutama membahas isu-isu kemanusiaan dan kesenjangan.
Band ini didirikan pada tahun 2000 oleh gitaris Barney Ribeiro. [1] Dalam formasi band pertama, termasuk Brogan Costa sebagai penyanyi, Nervecell mengambil bagian dalam kompetisi “Battle of the Bands” di Abu Dhabi pada tahun 2001. Mereka mendapat penghargaan untuk penampilan terbaik, Ribeiro dinobatkan sebagai gitaris terbaik.
Setelah Costa dan anggota band lainnya keluar, Rajeh James Khazaal (vokal, bass) dan Rami H. Mustafa (gitar utama) bergabung dengan band pada tahun 2003; Pada tahun 2005, Louis Rando (drum) menyelesaikan Nervecell. Pada akhir tahun 2003 band ini merekam demo tape . Segera setelah itu mereka memproduksi EP debut mereka Human Chaos (2004). Album ini juga mendapat pengakuan di luar Uni Emirat Arab dan didistribusikan di Meksiko , antara lain .
Pada tahun 2005, Nervecell mengambil bagian dalam Desert Rock Festival di Dubai untuk pertama kalinya sebagai band lokal, setelah itu band tersebut melakukan tur ke Australia. Nervecell juga menjadi headline Festival Metal Mesir di Kairo pada tahun 2007
Album Psychogenocide menunjukkan keahlian teknis dan kedalaman emosional mereka.
4. Arsames (Iran)
Arsames dibentuk pada tahun 2002. Mereka merekam single debut mereka "Adiposere" pada tahun 2005 di studio rumah mereka. Pada tahun 2006.
Band ini memainkan death metal meskipun genre ini ilegal di Iran dan, menurut mereka, dianggap setan oleh pemerintah.
Arsames dari Iran menantang segala keterbatasan dengan musik death metal mereka. Terlepas dari berbagai hambatan yang dihadapi di tanah air mereka, Arsames tetap teguh berdiri dengan lagu-lagu yang membahas sejarah Persia dan perjuangan manusia. Album Immortal Identity adalah bukti keberanian dan dedikasi mereka.
Arsames, band asal Iran yang para personilnya divonis 15 tahun penjara karena memainkan musik metal, berhasil melarikan diri dari negara asalnya tersebut.
Mengutip dari Loudwire, band beraliran death metal tersebut menceritakan rentetan peristiwa represif yand mereka alami dari pemerintah negara Iran, dan alasan yang membuat mereka terpaksa kabur dari negaranya sendiri.
"Kami (ditangkap) pada 2017 saat sedang latihan studio kami. Mereka memasukan kami ke penjara hari itu juga dan nggak memberitahu keluarga kami tentang keberadaan kami selama seminggu," ungkap Arsames kepada Loudwire.
"Akhirnya setelah hampir sebulan kemudian kami membayar uang jaminan untuk keluar dari penjara dan mereka mengatakan kepada kami bahwa kalian nggak boleh bekerja, merilis (atau menjual) merchandise kalian sampai persidangan terakhir kalian… dan jangan berbicara dengan media!"
"Akun Instagram kami, situs web resmi kami dilarang dan semuanya ditutup selama setahun, tetapi kami membuka akun Instagram baru lagi dan (mulai) aktif hingga beberapa minggu yang lalu (ketika) pengadilan memanggil kami lagi dan mereka memvonis kami hukuman 15 tahun penjara. Jadi kami harus melarikan diri dari Iran!” tandas Arsames.
5. Al-Namrood (Arab Saudi)
Al-Namrood (bahasa Arab: النمرود) adalah grup musik black metal Arab Saudi. Grup musik ini dinamakan sesudah raja Babilonia Nimrod (Namrud), yang menentang Tuhan. Dengan lirik-lirik yang penuh dengan kritik terhadap otoritas dan kepercayaan agama, mereka menghadirkan musik yang gelap dan penuh kekuatan. Album Diaji Al Joor menunjukkan sisi gelap dari realitas sosial di Timur Tengah.
Para anggotanya anonim karena apabila mereka memperlihatkan identitasnya maka mereka dapat dihukum mati oleh pihak berwenang Arab Saudi.
Al-Namrood telah merilis banyak album dan single sejak mereka mulai tahun 2008. Mereka juga telah merilis tiga video musik dan saat ini berada di bawah naungan label Shaytan Productions (Kanada).
6. Khalas (Israel/Palestina)
Khalas adalah band metal Oriental Israel-Arab Palestina , dibentuk pada tahun 1999. Nama band ini berarti "cukup" dalam bahasa Arab.
![]() |
Grup musik rock Palestina Khalas tampil di hadapan penonton di kota Bethlehem, Palestina, di Tepi Barat pada tanggal 4 Agustus 2005. (Foto milik: salamstock) |
Band ini membawa semangat pemberontakan dalam musik mereka. Dengan menggabungkan elemen metal dengan musik tradisional Arab, mereka menciptakan suara yang unik dan penuh energi. Lagu-lagu mereka adalah seruan untuk perubahan dan perdamaian.
Pada tahun 2013, band ini memulai tur keliling Eropa bersama dengan band Israel Orphaned Land , sebuah acara yang meliput band ini di media Barat, di outlet seperti The Guardian dan CNN.
7. Acrassicauda (Irak)
Nama band ini diambil dari nama Latin jenis kalajengking yang paling ditakuti di gurun Irak (singkatan nama ilmiah lengkap kalajengking hitam Androctonus crassicauda). Para anggotanya memang berasal dari Baghdad, Irak, meski kini tinggal di sekitar New York City, AS.
Dalam formasi aslinya, Acrassicauda dibentuk di Baghdad pada 2001, saat berkuasanya rezim Saddam Hussein. Karena sensor ketat yang berlaku saat itu, mereka harus membeli kaset heavy metal di pasar gelap, termasuk album dari band metal AS seperti Metallica dan Slayer. Begitu mereka siap 'manggung' pun, mereka diharuskan memasukkan puji-pujian terhadap rezim Saddam Hussein dalam syair-syair musik mereka. Dalam "Heavy Metal in Badghad" terungkap bahwa gerakan khas metal 'headbanging' (mengangguk-anggukkan kepala dengan keras) juga dilarang saat konser Acrassicauda, karena dianggap mirip dengan gerak kepala umat Yahudi ortodoks saat berdoa.
Bila era Saddam Hussein membawa pembatasan tersendiri bagi band metal ini, maka situasinya memburuk setelah tumbangnya rezim tersebut oleh koalisi pimpinan AS pada 2003. Kelompok-kelompok radikal yang muncul setelah penggulingan Saddam banyak mengidentikkan musik heavy metal dengan pemujaan setan. Setelah terus diancam, bahkan dibom studio rekamannya, para anggota band ini akhirnya hijrah ke Suriah pada 2006 sebelum akhirnya menetap di AS.
8. Oath to Vanquish (Lebanon)
Dengan death metal yang keras dan brutal, Oath to Vanquish dari Lebanon adalah salah satu band paling ekstrem di Timur Tengah. Lirik mereka menggali tema-tema kelam seperti kematian dan kehancuran, menciptakan suasana yang intens dan mencekam. Album Applied Schizophrenic Science adalah contoh sempurna dari dedikasi mereka pada genre ini.
9. Scarab (Mesir)
Scarab, yang mengambil namanya dari simbol kuno Mesir.
Scarab adalah band death metal dari Kairo, Mesir yang dibentuk pada tahun 2006. Bermula dari band "Hatesuffocation" yang telah berdiri sejak tahun 2001 hingga 2006 dengan 2 EP yang dirilis sendiri.
Nama Scarab jelas dipengaruhi oleh akar Mesir dari band tersebut. Makhluk-makhluk ini menjadi ikon dalam budaya Mesir Kuno dan dianggap suci karena hubungan Scarab dengan dewa matahari.
Selama mumifikasi, orang Mesir kuno biasa mengganti jantung orang mati dengan scarab yang diyakini dapat membantu kelahiran kembali di akhirat. Dalam hal itu, Scarab menggambarkan kemampuan band untuk menemukan jati diri, bertahan hidup, dan mengatasi rintangan di jalan mereka.
Tahun 2009 menjadi lompatan besar bagi band ini dengan rekaman album penuh pertama mereka yang berjudul “Blinding The Masses” yang merupakan kelanjutan dari EP mereka sebelumnya “Valley of The Sandwalkers” (2007). Pada tahun yang sama Scarab memenangkan pertarungan “United We Rock” dan terpilih dari 160 band dari Timur Tengah dan negara-negara Arab. Mereka tampil di dua festival musik internasional yang diakui, “With Full Force XVI 2009” di Jerman (bersama Amon Amarth, Carcass, My Dying Bride dan Dimmu Borgir) dan “Dubai Desert Rock Festival 2009” di UEA (membuka konser untuk Motörhead, Opeth, Arch Enemy dan Chimaira).
Terbentuk dari kombinasi selera musik dan kepribadian yang berbeda, Scarab berdiri sebagai entitas musik yang bersatu. Musiknya keluar dari perasaan, pikiran, dan pengalaman yang mendalam dan rumit.
Sementara tema liriknya terutama tentang spiritualitas, teori, dan filosofi dalam cara mereka memandang dunia di sekitar mereka dan cara bertahan hidup dan menghadapi sifat manusia yang kacau.
Scarab merasa bahwa apa yang mereka mainkan adalah yang terbaik dan mereka tidak dapat membayangkan memainkan genre metal lainnya. Mereka merasa menjadi bagian dari komunitas metal ekstrem. Konsep Scarab menurut mereka hanyalah groove.
Band ini memainkan death metal yang terinspirasi oleh sejarah dan mitologi Mesir. Dengan riff-riff yang berat dan atmosfer yang gelap, mereka menciptakan musik yang membawa pendengar ke dunia firaun dan dewa-dewi. Album Serpents of the Nile adalah mahakarya mereka yang paling menonjol.
10. Blaakyum (Lebanon)
Blaakyum adalah sebuah band metal Lebanon dari Beirut , didirikan pada tahun 1995 oleh Bassem Deaibess.
Gaya Blaakyum adalah perpaduan dari Thrash , heavy dan groove metal yang diresapi dengan musik rakyat Timur Tengah dan Levantine . Untuk tujuan ini, band ini memasukkan goblet drum ke dalam musiknya. Album studio pertama band ini, Lord of the Night , dirilis pada hari Jumat tanggal 13 Januari 2012. Blaakyum merilis album keduanya, Line of Fear , pada tanggal 25 Juni 2016. Tur terakhir band ini dimulai di festival Tuska, dan dilanjutkan dengan "Thrash Mercenaries" Tour 2016, yang dipimpin oleh Onslaught .
Blaakyum adalah band yang memadukan thrash metal dengan unsur-unsur musik Timur Tengah, menciptakan suara yang energetik dan penuh semangat. Lirik mereka seringkali membahas isu-isu politik dan sosial, menawarkan kritik tajam terhadap ketidakadilan. Album "Line of Fear" menunjukkan kekuatan dan keberanian mereka dalam menghadapi tantangan.
Dari tanah yang diwarnai oleh sejarah panjang dan konflik yang terus menerus, musik metal Timur Tengah muncul sebagai suara perlawanan dan harapan. Band-band ini, dengan keberanian dan kreativitas mereka, menunjukkan bahwa di balik setiap teriakan dan dentuman drum, ada kisah-kisah yang harus didengar dan diakui. Mereka adalah pahlawan dalam dunia musik, membawa cahaya ke dalam kegelapan dan melodi ke dalam keheningan padang pasir.
Muhammad Lutfi/Oce Satria