Welcome to Blog Jurnalis! Oce Satria Read and relish!

NERAKA ASAP, TUAN, NERAKA ASAP.....

Langit kami direnggut kabut mengasapi pori-pori --- lorong satu-satunya paru-paru menjemput hidup --- di sekujur kedirian kami.


/ Oce Satria

Langit kami direnggut kabut
mengasapi pori-pori --- lorong satu-satunya paru-paru menjemput hidup --- di sekujur kedirian kami.

Asap ini telah membatalkan janji guru cantik yang baru dilantik kemarin kepada bocah-bocahnya: melanglang di kelas-kelas hidroponik.

Asap ini telah membatalkan janji guru cantik yang gajinya tak naik-naik:  mengajak bocahnya  bertamu ke taman-taman air.

Asap ini telah membuyarkan mimpi sepasang pengantin demi menakik cinta memeras impian yang tersumbat, 
tapi mana mungkin bercinta dikepung gerombolan asap kiriman para borjuasi pemilik berhektar-hektar lembar rupiah?

Asap ini telah membuyarkan janji pria yang baru sepekan dilantik menjadi suami: menemani nyonya memilih kutang-kutang kontemporer impiannya di pasar raya.

Neraka asap telah seumuran mummi reformasi 
berdampingan dengan antagonisme antara kaum bangsawan feodal dan kaum politisi yang mengklaim mewakili seluruh rakyat, 

Pertemanan antara kaum penghisap dan pengasap, 

Nun,
hiruk dari istana 
garuda menerobos di kegelapan asap, 
dalam gebalau awan awan merubung lintas masa.

Garudaku, O bukan
ia hanya keledai bersayap yang disentak badai 
tanpa sorak sorai,
liuk menusuk di jaring tak nyaring,
garing.


Pekanbaru, neraka asap 10 September 2019



Rate this article

Dukung editor dan penulis situsweb ini via Bank Rakyat Indonesia (BRI) No Rek: 109801026985507 - Kontak: 082113030454

Posting Komentar

APA PENDAPAT ANDA TENTANG TOPIK INI?: