/ Oce Satria
Langit kami direnggut kabut
mengasapi pori-pori --- lorong satu-satunya paru-paru menjemput hidup --- di sekujur kedirian kami.
Asap ini telah membatalkan janji guru cantik yang baru dilantik kemarin kepada bocah-bocahnya: melanglang di kelas-kelas hidroponik.
Asap ini telah membatalkan janji guru cantik yang gajinya tak naik-naik: mengajak bocahnya bertamu ke taman-taman air.
Asap ini telah membuyarkan mimpi sepasang pengantin demi menakik cinta memeras impian yang tersumbat,
tapi mana mungkin bercinta dikepung gerombolan asap kiriman para borjuasi pemilik berhektar-hektar lembar rupiah?
Asap ini telah membuyarkan janji pria yang baru sepekan dilantik menjadi suami: menemani nyonya memilih kutang-kutang kontemporer impiannya di pasar raya.
Neraka asap telah seumuran mummi reformasi
berdampingan dengan antagonisme antara kaum bangsawan feodal dan kaum politisi yang mengklaim mewakili seluruh rakyat,
Pertemanan antara kaum penghisap dan pengasap,
Nun,
hiruk dari istana
garuda menerobos di kegelapan asap,
dalam gebalau awan awan merubung lintas masa.
Garudaku, O bukan
ia hanya keledai bersayap yang disentak badai
tanpa sorak sorai,
liuk menusuk di jaring tak nyaring,
garing.
Pekanbaru, neraka asap 10 September 2019