SORE ini aktivis Azzam M Izzulhaq menyentak. Membangkitkan kembali kepedulian tanpa peduli nama besar. Ini sy rangkum lagi kultuitnya:
"Dari Aku, Saudaramu: Azzam...
1. Yang dilakukan @MesutOzil1088 berbicara mengenai Uyghur tentu tidak mudah. Dia adalah bintang. Dia pun tinggal di kawasan yg hati nurani penduduknya hampir mati. Apalagi soal isu keagamaan dan kemanusiaan.
#SaveUyghurSOS
2. Berbicara tentang Uyghur, Özil dan atau siapa pun mempertaruhkan nama besarnya, kariernya, mungkin hidupnya. Kalian lihat sendiri bagaimana kemudian reaksi China dan para pemuja China terhadapnya?
#SaveUyghurSOS
3. Özil sebetulnya mengajarkan bahwa banyaknya harta dan popularitas jangan sampai membutakan hati kita. Kita takut kehilangan teman, takut kehilangan kepopularitasan karena berkata benar. Tapi, kita sering tidak takut kehilangan satu hal: hati.
#SaveUyghurSOS
4. Mungkin kita tak bisa seperti Özil yang lantang bicara. Atau @MaherZain dan @SamiYusuf yang mendukung dan menguatkannya. Tidak pula seperti para aktivis kemanusiaan yang dengan sembunyi-sembunyi atau terang-terangan langsung berkunjung ke sana. Tapi masa kita diam saja?
#SaveUyghurSOS
5. Kenapa? Takut miskin? Takut habis harta? Takut tak dapat kuasa? Takut tak lagi terkenal? Takut dicap radikal? Takut mati?
Hei! Tuhanmu itu apa atau siapa sebenarnya? Masih tetap Allah, kan?
#SaveUyghurSOS
6. Berdoa saja, silakan. Berdoa adalah baik. Namun, jika dan hanya jika engkau memang memilih menjadi orang yg memiliki selemah-lemah iman. Karena orang yg tidak lemah imannya, ia akan memilih untuk tidak diam saja.
#SaveUyghurSOS
7. Salam cinta dari saudaramu, Azzam. Yg malu jika hanya berdiam. Sementara tersemat nama Mujahid sebagai nama tengahnya. Semoga kita kembali berjumpa. Kalau tidak di sini, 'di sana'. Di surga, insya Allah.
#SaveUyghurSOS
*)Azzam M Izzulhaq, CEO dan Founder of AMI Group and AMI Foundation